Proses pembelajaran : proses bagaimana membuat orang bisa belajar
Penyebab kesulitan belajar:
•Diri peserta didik diantaranya psikofisik yaitu fisik (kesehatan) dan psikis (intelegensi, emosi)
•Dari luar diantaranya formal (sekolah), informal (keluarga) dan non formal (pendidik, masyarakat)
Psikologi belajar
Siswa
Orangtua
Sekolah :
• Guru : kualifikasi (ilmu pedagogik,kemampuan/keahlian), hubungan guru dengan siswa,
tuntutan guru, metode dan kemampuan mendiagnosis
• Alat/sarana
• Kurikulum
• Waktu (disiplin)
• Media
• Lingkungan sosial : rumah, masyarakat, dan teman
Upaya untuk membantu mengatasi kesulitan belajar:
- Pengumpulan data (identifikasi masalah)
- Pengolahan data (identifikasi masalah)
- Diagnosa (perkiraan)
- Prognosa (tindakan yang diberikan)
- Treatment (perlakuan)
- Evaluasi (tindak lanjut) : remedial, referal, dll
Peranan guru dalam belajar
- Memberi arah dan motivasi
- Memfasilitasi pencapaian tujuan melalui pengalaman belajar
- Membantu perkembangan pribadi (nilai-nilai penyesuaian diri)
Motivasi adalah perubahan energi dari pribadi seseorang yang dilandasi timbulnya afektip dan reaksi untuk mencapai tujuan ( Umar M. Malik)
Jenis motivasi:
- Intrinsik
- Ekstrinsik
Bentuk motivasi :
- Memberi angka
-Hadiah
-Kompetisi
-Ego involesment (menumbuhkan harga diri)
-Memberi ulangan
-Memberi hasil
-Pujian
-Hukuman (perlu dihindari)
-Hasrat untuk belajar
-Minat
-Tujuan yang akan dicapai
Ingatan (memori) > Lupa
Menerima(resource) > menyimpan > kembali mereproduksi : ingat, dan Lupa
Lupa adalah ketidakmampuan dalam mengingat atau mengenal sesuatu.
Dipengaruhi oleh:
-Sifat seseorang
-Alam sekitar
-Kesehatan jasmani
-Ke dalam rohani atau jiwa
-Umur manusia
Ingatan ada 2, yaitu ;
1.Mekanis , yaitu ingatan yang diperoleh dari penginderaan
2.Logis, yaitu ingatan yang diperoleh dari pengertian-pengertian kita
Peyebab lupa :
Menurut Ngalim Purwanto
-Tidak digunakan
-Gejala jiwa
-Tekanan psikologis
Menurut Muhibin Syah
-Informasi kurang menyenangkan
-Infomasi baru menekan informasi lama
-Informasi sulit diingat karena ditekan di alam bawah sadar
Masa remaja dan perkembangannya dalam proses belajar
- Bukan ana-anak : canggung dan tanggung, dewasa belum
- Perkembangan : fisik (berfungsinya organ sexual), dan psikis (intelektual dan emosional)
- Masa penjelajahan (explorer) rasa ingin tahu mencari jati diri, identitas diri tanpa mengekspresikan positif bertindak negatif pada laki-laki umur 13-22 tahun dan perempuan umur 12 – 21 tahun.
Implikasi teori belajar dari psikologi behavioristik
Pola perkembanga tingkah laku
1.Shaping yaitu rencana-rencana pengubahan tingkah laku
2.Modelling :
-Penetapan tujuan
-Analisis tugas
-Langkah-langkah kegiatan murid
-Reinforcement terhadap respon (penguatan)
5 Langkah perbaikan tingkah laku :
1.Datang ke kelas tepat waktu
2.Berpartisipasi dalam belajar dan merespon guru
3.Menempatkan hasil-hasil tes dengan baik
4.Mengerjakan pekerjaan rumah
5.Penyempurnaan
Teori-teori belajar
1.Menurut ilmu jiwa daya
2.Menurut teori tanggapan
Belajar adalah tanggapan
3.Ilmu jiwa gestalt (keseluruhan)
Belajar dari keseluruhan, mendapat respon yang tepat tetapi mengerti (insight) usaha. Misalnya pengertian itu tergantung dari masa lalu ke masa depan (pengalaman).
Belajar itu dicari (berusaha)
Prinsip-prinsip Gestalt
-Belajar keseluruhan (tidak setengah-tengah)
-Belajar proses perkembangan
-Anak didik sebagai organisme keseluruhan (tidak pilih kasih)
-Belajar adalah transfer (menguasai bidang lain)
-Belajar adalah reorganisasi pengalaman
-Belajar harus di insight (mengerti)
-Belajar itu harus ada minat, keinginan dan tujuan
-Belajar harus terus menerus
4.Menurut teori R Gagne
Belajar adalah proses untuk memperoleh prestasi dalam pengetahuan, keterampilan, kebiasaan, dan tingkah laku.
Belajar adalah pengetahuan atau keterampilan yang diperoleh dari intsruksi.
Menurut Gagne, segala sesuatu dipelajari manusia terdiri dari lima bagian, yakni :
-Keterampilan motoris (skill)
-Informasi verbal
-Kemampuan intelektual
-Strategi kognitif (pengetahuan) keterampilan internal untuk mengingat
-sikap
5.Menurut ilmu jiwa asosiasi
Menurut Thorndike (konektionisme) hubungan
a.Stimulus (rangsangan)
b.Respon (tanggapan)
c.Bond (dihubungkan)
Terori konektionisme, hukumnya ada 3, yaitu:
-Hukum efek (pengaruh dari tindakan hubungan baik-buruk
-Hukum latihan (pengulangan)
-Hukum kesiapan (memuaskan)
Perkembangan intelek
1.Pembawaan
2.Kematangan
Keduanya diatas dipengaruhi oleh hereditas (keturunan)
3.Pembentukan
4.Minat
Keduanya diatas dipengaruhi oleh lingkungan keluarga, teman sebaya dan masyarakat.
Implementasi teori belajar dari psikologi behavioristik
Prosedur-prosedur pengembangan tingkah laku baru (reinforcement) metodenya ada dua, yaitu :
1.Shaping (pembentukan) dengan sercessive approximations (target). Beberapa tingkah
laku terminal /tujuan. Misalnya penetapan tujuan.
2.Modelling
Misalnya penghargaan
Bandura (tingkah laku imitasi)
1.Inhibitory – dis inhibitory effect
Kuat lemahnya tingkah laku oleh karena pengalaman tak menyenangkan
2.Electing effect
Respon yang pernah terjadi dalam diri sehingga timbul respon serupa
3.Modelling effect (membuat senang)
Pengembangan respon-respon baru melalui observasi terhadap sesuatu metode tingkah laku.
Proses pengembangan tingkah laku
1.Memperkuat tingkah laku bersaing
2.Ekstrinsik (meniadakan peristiwa masa lalu)
3.Sanitasi ( pengulangan-pengulangan agar tidak terulang atau jera)
4.Perumahan lingkungan stimulus (menyenangkan atau enjoy)
5.Hukuman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar